Minggu, 06 Desember 2015

Elastisitas Permintaan

konsumen biasanya membeli lebih dari satu barang ketika barang turun, pendapatan meningkat, harga barang substitusi naik, atau ketika harga barang komplemen turun. 
jadi, arah perubahan dimana jumlah barang yang diminta bergerak, dan bukan seberapa besar perubahannya. Untuk mengukur seberapa besar para konsumen merespons perubahan dalam variable-variabel tersebut, para ekonom menggunakan konsep elastisitas (elasticity).

Demand
Jumlah suatu barang yang diminta oleh konsumen dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya :
  • Harga barang itu sendiri
  • Harga barang yang lain
  • Pendapatan dan Selera Konsumen
Jadi jumlah barang X yang diminta dipengaruhi oleh barang X itu sendiri, harga barang lain ( baik yang sifatnya substitusi maupun yang sifatnya komplementer ) atau pendapatan dan selera konsumen. 

Law of demand: 

Mempunyai slope negatif (-) yaitu “Semakin tinggi harga barang maka jumlah barang yang diminta semakin sedikit dan begitu pula sebaliknya”. Apabila harga barang X mengalami penurunan, sedangkan harga barang lain tetap, maka barang X relatif murah sehingga jumlah barang X diminta lebih besar. Jika harga barang X mengalami penurunan sedangkan pendapatan tetap artinya pendapatan relatif meningkat sehingga jumlah barang X yang dibeli meningkat. 

Elastisitas
Adalah ukuran besarnya respons jumlah permintaan atau jumlah penawaran terhadap perubahan salah satu penentunya. 

Elastisitas permintaan adalah ukuran besarnya respons jumlah permintaan suatu barang terhadap perubahan variable yang mempengaruhi, dihitung sebagai perubahan persentase jumlah permintaan dibagi dengan perubahan persentase variable yang mempengaruhi atau dengan kata lain perbandingan (rasio) antara persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentase perubahan harga. 

Dengan demikian elastisitas permintaan mengukur derajat kepekaan perubahan jumlah yang diminta terhadap perubahan harga. 
Terkait dengan permintaan kita jumpai beberapa jenis elastisitas, antara lain:
a. Price elasticity of demand (elastisitas harga)
b. Cross elasticity of demand (elastisitas silang)
c. Income elasticity of demand (elastisitas pendapatan)

Penentu-penentu Elastisitas Permintaan
Tersedianya Barang Substitusi yang Terdekat
Barang-barang dengan substitusi terdekat cenderung memiliki permintaan yang lebih elastis karena mempermudah para konsumen untuk mengganti barang tersebut dengan yang lain. Misalnya, mentega dan margarin merupakan barang yang mudah diganti dengan yang lain. Kenaikan harga mentega sedikit saja, jika harga margarin tetap, akan mengakibatkan jumlah mentega yang terjual turun dratis. Sebaliknya, karena telur merupakan makanan tanpa substitusi dekat, maka permintaan akan telur tidak seelastis permintaan akan mentega.

Kebutuhan versus Kemewahan
Kebutuhan cenderung memiliki permintaan yang inelastic, sebaliknya kemewahan memiliki permintaan yang elastis. Ketika biaya berobat ke dokter meningkat, oreng tidak akan secara dramatis mengubah frekuensi mereka ke dokter, meskipun mungkin tidak sesering sebelumnya. Sebaliknya ketika kapal pesiar meningkat, maka jumlah permintaan kapal pesiar akan turun banyak. Alasannya karena kebanyakan orang melihat berobat ke dokter sebagai suatu kebutuhan, sedangkan kapal pesiar sebagai suatu kemewahan. Suatu barang merupakan suatu kebutuhan atau suatu kemewahan tidak tergantung pada sifat hakiki barang itu, tetapi pada pilihan pembeli. Bagi seorang pelaut yang tidak terlalu memperhatikan kesehatannya, kapal pesiar mungkin sebuah kebutuhan dengan permintaan yang inelastis, sedangkan berobat ke dokter adalah kemewahan dengan permintaan yang elastis.

Definisi Pasar
Elastisitas permintaan dalam segala jenis pasar bergantung pada bagaimana kita menggambarkan batas-batas pasar. Pasar yang terdefinisi sempit cenderung memiliki permintaan yang lebih elastis dibandingkan yang terdefinisi luas, karena lebih mudah menemukan substitusi untuk barang-barang yang terdefinisi secara sempit. Misalnya, makanan, sebuah kategori yang luas, memiliki permintaan yang inelastis karena tidak ada barang substitusi untuk makanan. Es krim, sebuah kategori yang lebih sempit, memiliki permintaan yang lebih elastis karena mudah untuk menggantinya dengan pencuci mulut lain. Es krim vanilla, sebuah kategori yang sangat sempit, memiliki permintaan yang sangat elastis karena rasa lain es krim merupakan barang substitusi yang hampir sempurna untuk vanilla.

Rentang Waktu
Barang-barang cenderung memiliki permintaan yang lebih elastis selama kurun waktu yang lebih panjang. Ketika harga bensin naik, jumlah permintaan bensin hanya sedikit mengalami kemerosotan pada beberapa bulan pertama. Namun setelah itu, bagaimanapun juga, orang-orang akan membeli mobil-mobil yang lebih irit bahan bakar, menggunakan transportasi umum, dan pindah ke tempat kerja yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka. Dalam beberapa tahun, jumlah permintaan bensin akan menurun dratis.

Menghitung Elastisitas Permintaan
Para ekonom menghitung elastisitas permintaan sebagai perubahan persentase jumlah permintaan dibagi perubahan persentase variable yang mempengaruhi, yang bisa dimisalkan dengan variable harga

Elastisitas harga permintaan = perubahan jumlah prosentase permintaan / perubahan prosentase harga
Sebagai contoh anggaplah bahwa peningkatan 10 persen harga es krim mengakibatkan jumlah es krim yang anda beli turun hingga 20 persen. Kita menghitung elastisitas permintaan anda sebagai berikut:

Elastisitas harga permintaan = 20% / 10% = 2

Dalam contoh ini, elastisitasnya adalah 2, mencerminkan bahwa perubahan jumlah permintaan sebanding dengan dua kali besarnya perubahan harga.

Karena jumlah barang yang di minta berhubungan negatif dengan harganya,maka perubahan presentase jumlah akan selalu memiliki tanda yang berlawanan dengan perubahan presentase harga. Dalam contoh ini, perubahan presentase harga adalah positif 10 persen (mencerminkan sebuah peningkatan), dan perubahan presentase jumlah yang di minta adalah negatif 20 persen (mencerminkan sebuah perunan). Atas alasan ini, elastisitas harga permintaaan terkadang di nyatakan sebagai bilangan negatif. Dalam buku ini kita mengikuti praktik umum dengan menghilangkan tanda minus dan menuliskan semua elastisitas harga sebagai bilangan positif (Para matematikawan menyebutnya sebagai nilai absolute). Dengan kesepakatan ini, elastisitas ini elastisitas harga yang lebih besar menyatakan ketanggapan yang lebih besar dari jumlah terhadap harga permintaan.

Elastisitas Harga (Exx)
Elastisitas harga dimanfaatkan untuk menentukan sifat permintaan suatu barang. Elastisitas harga dapat dibedakan menjadi: 
  1. Elastis yaitu Permintaan suatu barang bersifat elastis apabila elastisitas haga lebih besar dari 1.
  2. In elastis (Tidak Elastis) yaitu Permintaan suatu barang bersifat inelastis apabila elastisitas harga lebih kecil dari 1.
  3. Elastisitas Tunggal (Uniter) yaitu Permintaan suatu barang bersifat elastisitas tunggal apabila elastisitas harga sama dengan 1.
Rumus :
Exx = %∆Q / %∆P = ∆Qx/∆Px x Px/Qx


Elastisitas Silang (Exy)
Elastisitas silang dimanfaatkan untuk menentukan sifat hubungan antar barang. Sifat hubungan antar barang dapat dibedakan menjadi:
  1. Barang Substitusi (Saling menggantikan) merupakan sifat hubungan antar barang dikatakan substitusi apabila elastisitas silang lebih besar dari nol (Positif).
  2. Barang Komplementer (Saling melengkapi) merupakan sifat hubungan antar barang dikatakan komplementer apabila elastisitas silang lebih kecil dari nol (Negatif).
  3. Hubungan Netral merupakan sifat hubungan antar barang dikatakan netral apabila elastisitas silang sama dengan nol.
Rumus :
Exy = ∆Qx/∆Py x Py/Qx

Elastisitas Pendapatan (Exi)
Elastisitas pendapatan dimanfaatkan untuk menentukan suatu barang masuk ke dalam kelompok atau jenis barang apa. Jenis barang dapat dibedakan menjadi:
  1. Barang Superior (Barang Mewah) adalah barang yang perubahan jumlah barang yang diminta lebih besar dari pada perubahan pendapatan konsumen. Suatu barang dikatakan barang mewah apabila elastisitas pendapatannya lebih besar dari 1.
  2. Barang Inferior adalah barang yang apabila pendapatan konsumen bertambah maka jumlah barang yang diminta justru semakin berkurang. Suatu barang dikatakan barang inferior apabila elastisitas pendapatannya lebih kecil dari nol (negatif).
  3. Barang Normal (Kebutuhan sehari-hari) adalah barang yang perubahan jumlah barang yang diminta lebih kecil dari perubahan pendapatan konsumen. Suatu barang dikatakan barang normal apabila elastisitas pendapatannya positif tapi kurang dari 1 (0<1)>
Rumus :
Exi = ∆Qx/∆I x I/Qx
Keterangan : I = Income (pendapatan)

Mata-mata Bisnis / Business Spy

Sekarang ini, apa sih yang tidak bisa diproduksi oleh China?
Mengapa mereka bisa memproduksi hampir apa saja, teknologi dari mana saja. Let see mungkin ini bisa membantu menjelaskan.Sudah pernah dengar istilah mata-mata bisnis? Keberadaan mata-mata bisnis, mata-mata ekonomi, mata-mata industri itu mungkin salah satu faktor yang terlibat di sini. Bisa jadi kan?!

Waspadalah, waspadalah dan gunakan segala kekuatan mata-mata untuk berbagai bisnis. Demikian Sun Zi dalam tulisanya, The Art of War bab 13.Kata-kata Sun Zi tampaknya diamini China dalam era informasi ini. Untuk mencari informasi yang diperlukan, China menggunakan segala macam cara; baik yang klasik dengan mengutamakan seks dan uang maupun cara baru yang lebih canggih.
Belakangan, spionase industri lebih banyak dilakukan ketimbang spionase soal politik.
Jerman, misalnya, menyatakan telah kehilangan 53 miliar euro setahun karena kehilangan kesempatan mengembangkan industrinya. Pencuri informasi utamanya tentu saja China.
FBI (AS) bahkan memandang China sebagai ancaman spionase terbesar bagi AS saat ini. ”China merupakan ancaman terbesar bagi AS,” ujar David Szady, mantan Asisten Direktur untuk Divisi Kontra-Intelijen FBI.
Sebuah laporan yang ditulis oleh agen mata-mata Inggris, M15, menyatakan, mata-mata China menyamar lewat berbagai macam cara, termasuk mendekati eksekutif-eksekutif Inggris dengan jebakan seks sehingga dapat memeras untuk mendapatkan informasi mengenai rahasia komersial.


Dokumen M15 juga menyebutkan bahwa para anggota Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan agen Kementerian Keamanan Dalam Negeri mendekati pebisnis Inggris dalam pameran perdagangan dan memberi hadiah kepada mereka.
Di antara hadiah itu adalah kamera dan flashdisk. Namun, di dalamnya telah dimasukkan berbagai macam peranti lunak untuk mendapatkan akses ke komputer para eksekutif itu.
Kerepotan tidak hanya melanda M15, tetapi juga FBI. Badan federal AS ini telah mengirimkan dan melatih ratusan orang untuk menghadapi intelijen China, termasuk tim khusus yang memfokuskan diri pada spionase ekonomi.
Negara lain yang memutuskan hendak memberantas mata-mata China adalah Kanada. Biro mata-mata Kanada (CSIS) mengatakan, Pemerintah China melalui perusahaan milik negara telah melakukan spionase ekonomi di Kanada.


Pemerintah China melalui berbagai pintu, seperti Kementerian Luar Negeri dan juru bicara di berbagai Kedutaan Besarnya, menolak tuduhan tersebut. Berlanjut Beberapa kasus mencuat dalam perang ”mata-mata” ini, baik di China maupun di luar China. Di AS, pemerintah telah menangani lebih dari belasan kasus individu yang dituduh memberi informasi industri dan pertahanan ke tangan China.
Sebagai contoh adalah kasus Dongfan ”Greg” Chung yang didakwa bersalah karena telah melakukan spionase ekonomi dan menyimpan 300.000 halaman dokumen sensitif di rumahnya di California, AS. Ada pula kasus Chi Mak yang pada tahun 2007 dinyatakan bersalah oleh Pemerintah AS karena telah mengekspor teknologi pertahanan ke China.
Di China sendiri, kasus yang masih hangat adalah tuduhan situs mesin pencari, Google, dan sekitar 30 perusahaan lain yang merasa telah disusupi. China beranggapan Google telah membantu AS memberikan informasi kepada mata-mata AS. Selain itu ada pula kasus penangkapan China terhadap eksekutif dari perusahaan pertambangan Australia Rio Tinto yang bernama Stern Hu.
Tampaknya perang tanpa api ini tidak akan berkesudahan. Teknologi dan industri harus terus dikembangkan untuk dapat membawa kemakmuran bagi rakyat. Segala cara dan upaya akan terus dilakukan untuk membuktikan siapa yang unggul.

Dalam lingkup kecil tentu saja spionase industri ini adalah spionase teknologi dan spionase penemuan baru antar perusahaan-perusahaan.
So,,,,, kalau kamu punya bisnis hati-hati! jangan-jangan salah satu karyawan kamu adalah mata-mata dari perusahaan lain yang ingin mencuri teknologi / teknik / inovasi / invention perusahaan kamu!
dan yang pasti.. jangan remehkan mata-mata bisnis !

data dan statistik saya ambil dari artikel JOICE TAURIS SANTI

Economics Study Case - Kelas X

When people want to consume something, there must be someone who produces it. For example, we have a meal with rice that has been produced by farmers. Now, if we observe, we will notice that many rice fields are converted into company, office, factory or house. Actually the amount of foodstuff which is needed by people should also be increased in line with the increase of population, but the area of rice fields keeps decreasing instead.

Please indentify the causes and future effects this problem? And Can you contribute some solutions? Make your argument !

Invansi Malaysia di Indonesia

Hubungan RI dan Malaysia beberapa kali mengalami masalah. Banyak masyarakat merasa gerah dan emosi pada Malaysia. Tapi apakah anda tahu maraknya bisnis milik Malaysia di Indonesia?
Saat ini, paling tidak tercatat sudah ada 100 perusahaan milik Malaysia di Indonesia. Para investor dari negeri jiran itu merambah dari sektor perkebunan, perbankan, asuransi, telekomunikasi, migas, otomotif, penerbangan, properti hingga pendidikan.
Di sektor perbankan, Malaysia memiliki BII, CIMB Niaga (gabungan LippoBank dan Bank Niaga)dan Bank Bumiputera yang dimiliki secara mayoritas share melalui Malayan Banking Berhad (Maybank) dan Khazanah Nasional Berhad. Di bidang telekomunikasi mereka menguasai saham mayoritas XL dan Axis. Di sektor penerbangan setidaknya ada 3 perusahaan yang eksis di Indonesia, yaitu Firefly Airlines, MAS dan AirAsia. Di bidang perhotelan mereka masuk melalui grup Tunes Hotel yang membangun hotel mulai dari Bali dan merambah ke kota besar lainnya di Indoensia. Di sektor properti, Metro Ikram, Shd, Bhd menggandeng Perumnas telah membangun perumahan di wilayah Rawalumbu Bekasi, Parungpanjang Bogor dan Jatiwarna Bekasi. Dalam waktu dekan produk Proton yang mulai masuk RI malah berencana membangun pabrik otomotif di sini.
Sektor lain yang diminati adalah bidang infrastruktur. Melalui PT. Lintas Marga Sedaya dan PT. Nusacipta Pratama yang sebagian besar saham dimiliki PLUS Expessway , Bhd telah memegang konsensi tol Cikampek -Palimanan  dan Cikarang-Tanjungpriok. Sektor perkebunan adalah sektor yang paling mereka gandrungi. Lebih dari 2,5 juta hektar lahan sawit di Indonesia telah dikuasai dan dikeklola perusahaan milik Malaysia memalui Kuala Lumpur Kepong Bhd, PBB Oil Palm Bhd, Fima Corporation, Agro Hope Bhd, Gonden Hope Plant, Bhd, dll
Sementara di  bidang asuransi PT. Syarikat Tafakul Indonesia telah melayani masyarakat kita sejak tahun 1994. Di sektor kesehatan setidaknya ada beberapa Rumah sakit milik Malaysia, antara lain; RS. Selasih, RS Medika Permata Hijau, RS Medika Bumi Serping Damai yang dioperasikan oleh KPJ Healthcare Berhad.Di bisang pendidikan ada Inti College dan Universitas Islam Antarbangsa. Sedangkan di bidang migas ada Petronas yang telah  masuk, bahkan mulai membuka banyak SPBU di Indonesia.

Kira-kira mengapa ya perusahaan mereka mau begitu aktif ekspansi ke Indonesia? dan bagaimana mereka bisa mampu aktif berinventasi ke luar negri? Any argument?